DEKAN FKIP UNIMUDA jadi Lurah di LT 5 PTMA, Terpilih sebagai Peserta Terdisiplin 👁️️ 592

By Operator Website Senin, 02 Maret 2020 | 09:13 am Berita

DEKAN FKIP UNIMUDA jadi Lurah di LT 5 PTMA, Terpilih sebagai Peserta Terdisiplin

FKIP UNIMUDA SORONG: Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Leadership Training bagi para Pimpinan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah sejak tanggal 24 Februari hingga 1 Maret 2020 di Hotel Jayakarta, Yogyakarta. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pembekalan bagi para Pimpinan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi perubahan di era disrupsi.

Peserta yang terpilih untuk mengikuti Leadership Training ke V Pimpinan PTMA dari seluruh Indonesia sebanyak 43 orang yang terdiri dari 11 Rektor, 31 Wakil Rektor, dan 1 Orang Dekan. Dekan FKIP UNIMUDA Sorong menjadi peserta dalam LT 5 tersebut sebagai delegasi dari Rektor UNIMUDA Sorong. 

Dekan FKIP Unimuda Sorong (Nursalim, M.Pd.) menuturkan bahwa Pelatihan ini menjadi bekal yang sangat luar biasa dalam memimpin sebuah Perguruan Tinggi, tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini, sehingga melalui LT ini para pimpinan PTMA mampu membawa Kampusnya lebih maju dan mampu menghadapi tantangan serta perubahan yang terjadi sangat cepat di era disrupsi saat ini.

"LT 5 PTMA ini merupakan ajang yang disiapkan oleh Majelis Pendidikan Tinggi Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk memberikan pembekalan bagi para pejabat baru maupun Penguatan bagi pejabat yang lama dalam rangka memperkuat kepemimpinan dan membawa kampusnya mampu mencapai visinya melampaui batas. Selain menjadi peserta termuda, dan dijadikan sebagai Lurah dalam LT ini, alhamdulillah saya terpilih menjadi peserta Terdisiplin diantara 43 peserta. Prestasi ini sebenarnya karena saya sebagai lurah, sehingga mencoba untuk menjadi yang terbaik dalam pelatihan. Lurah merupakan teladan bagi warganya. Tentunya ini juga menjadi pembelajaran yang baik bagi diri saya dan akan terus diterapkan dalam aplikasinya setelah kembali ke kampus. Dari segi akademik, Jabatan dan kemampuan mungkin kita jauh di bawah dari yang lain, sehingga kita perlu melakukan sesuatu yang berbeda yang mampu memberikan penciri bagi diri sendiri. Disiplin merupakan sebuah karakter yang perlu dipaksa, dilatih dan dijadikan "HABIT", karena jika kita mampu melakukan segala sesuatu dengan prioritas maka hal - hal yang lainnya akan mengikuti sebagai bonus kebaikan." Ujar Pak Dekan.

Ditanya tentang kesan menjadi Lurah, beliau (Pak Dekan) berkomentar sebagai berikut;

"Yang menarik pengalaman saya menjadi lurah yaitu dipatuhi oleh semua warganya, walaupun warganya adalah Para Rektor dan Wakil Rektor. Saya menjadi satu - satunya Dekan dalam LT 5 ini, ternyata bisa nyuruh dan mengatur orang - orang yang sudah memiliki pangkat Rektor dan Wakil Rektor, serta sebagian besar bergelar Doktor. Hanya disini saya bisa nyuruh - nyuruh pak Rektor maupun Wakil Rektor, seperti menjadwalkan menjadi Imam Shalat, Adzan, Kultum, dan tugas - tugas lainnya yang relevan dengan pelatihan. Hal ini juga terdapat pelajaran menarik, artinya sebagai seorang Muhammadiyah maka "Berami MEMIMPIN dan SIAP DIPIMPIN", pada dasarnya sebuah Jabatan merupakan amanah dan sebuah organisasi merupakan tanggungjawab bersama. Semuanya akan dimintai pertanggungjawaban, sehingga kita perlu melaksanakan dengan kesungguhan."

Pelatihan dibuka langsung oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Prof. Dr. Haedar Nashir) dan diisi oleh para narasumber yang kompeten termasuk Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Dirjen Komunikasi dan Informatika Kemenkominfo RI, Tim Majelis BAN PT, Best Practice oleh Para Rektor PTM yang maju. Selain itu juga adanya pembiasaan shalat lail, kultum, tadarus, shalat jamaah dalam rangka penguatan spiritual serta diselingi dengan FGD, Out Bond dan Field Trip ke UMY, UAD dan UM Surakarta. MAK/Nsl.

 

By Operator Website Senin, 02 Maret 2020 | 09:13 am