CEGAH KEKERASAN DAN BULLYING DI SEKOLAH, UNIMUDA-UNICEF ADAKAN PELATIHAN BAGI 53 GURU PEMBINA PRAMUKA DAN OSIS KABUPATEN DAN KOTA SORONG πŸ‘οΈοΈ 722

By Operator Website Jumat, 25 Oktober 2019 | 07:41 am Berita

CEGAH KEKERASAN DAN BULLYING DI SEKOLAH, UNIMUDA-UNICEF ADAKAN PELATIHAN BAGI 53 GURU PEMBINA PRAMUKA DAN OSIS KABUPATEN DAN KOTA SORONG

SORONG: Kemitraan Unimuda - Unicef bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten serta Kota Sorong menyenggarakan Pelatihan Bagi Guru Pembina Osis dan Pembina Pramuka dalam rangka pencegahan kekerasan dan Bullying di Sekolah. Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari sejak hari selasa - kamis, tanggal 22 - 24 Oktober 2019, bertempat di Vega Hotel Kota Sorong.

Kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan pencegahan kekerasan di sekolah. UNIMUDA didukung oleh UNICEF dan Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota Sorong akan melaksanakan pelatihan bagi guru Pembina OSIS dan Pembina Pramuka terkait dengan program pencegahan kekerasaan dan bullying yang akan dilaksanakan melalui kegiatan extrakurikuler OSIS atau Pramuka. Diharapkan setelah mendapatkan kegiatan pelatihan ROOTS ini maka Pembina OSIS dan Pramuka dapat mengintegrasikan program ini pada kegiatan extrakurikuler OSIS dan atau Pramuka.

BullyingΒ atau kekerasan teman sebaya, intimidasi, dan hukuman fisik telah diidentifikasi sebagai tren yang memprihatinkan. Data menunjukkan bahwa 21% siswa usia 13-15 mengalami bullyingΒ (GSHS 2015) dan anak-anak sering menyebutkan bullyingΒ sebagai hal yang menjadi kekhawatiran mereka. Kekerasan dan intimidasi sebaya dapat meningkatkan risiko kesehatan mental, meningkatkan perilaku mengambil risiko dan juga dapat berpengaruh terhadap peningkatan angka putus sekolah.

UNICEF meluncurkan program ROOTS sebagai program yang dapat menanggulangi masalah BullyingΒ dilingkungan sekolah. Program ROOTS adalah sebuah program kegiatan ekstrakurikuler siswa dimana siswa akan dilibatkan secara aktif sebagai agen perubahan. Siswa akan dilatih untuk mengidentifikasi masalah di sekolah mereka serta merancang, mengimplementasikan dan mengevaluasi solusi sendiri. Sebanyak 30-40 agen perubahan siswa dipilih oleh rekan-rekan mereka di setiap sekolah untuk merancang dan memimpin kegiatan yang disebarkan ke semua siswa di sekolah. Agen perubahan ini akan mengikuti kegiatan pembinaan yang dilakukan secara rutin selama 2 jam setiap minggunya selama 15 minggu terkait dengan metode-metode pengembangan diri dan juga hal-hal terkait dengan pencegahan bullying. Program ROOTS ini juga merupakan bagian dari salah satu program pendidikan karakter.

Dekan FKIP Unimuda Sorong, Nursalim, M.Pd., dalam sambutan penutupan menyampaikan pesan kepada para peserta agar mengimplementasikan materi yang telah didapatkan selama 3 hari. Anak - anak yang aktif dalam kegiatan organisasi baik melalui Pramuka, OSIS, PKS, PMR, maupun kegiatan Extrakurikuler setelah lulus dari sekolahnya rata - rata mereka berhasil dan menjadi orang yang memiliki karakter yang baik. Mereka lebih peka, lebih santun, cekatan dan komunikatif melalui kegiatan extrakurikuler tersebut. Sehingga peran Pembina dalam mendidik anak - anak untuk memiliki karakter sangat besar.

PO LSE Unicef Papua (Yuanita Marini), mengaku sangat senang karena dapat bermitra dengan para Pembina Pramuka dan Osis dalam meningkatkan SDM di Tanah Papua, dengan bersinergi maka angka kekerasan dan Bullying di Sekolah akan terus dapat di tekan. Dirinya juga sedang menyiapkan beberapa strategi agar melalui pembelajaran PKHS dan ekstrakurikuler di Sekolah dapat diakui oleh GTK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sorong yang diwakili oleh Bapak Sutikno, M.Pd., juga terus mendorong agar kegiatan Ekstrakurikuler dapat masuk ke dalam Renstra Kabupaten maupun Kota Sorong, sehingga ke depan dapat dianggarkan dalam APBD guna menunjang penguatan karakter melalui PKHS maupun Ekstrakurikuler. Saat ini Dinas Pendidikan dann Kebudayaan Kabupaten Sorong juga sedang menginisiasi muatan lokal Bahasa Daerah (Bahasa Moi) agar masuk ke dalam kurikulum di sekolah pada semua jenjang.Β 

Master Trainer dalam kegiatan ini mendatangkan Master Trainer Nasional dari Makassar (Yayasan Indonesia Mengabdi) sebanyak 2 orang. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 53 orang dari 12 SMP Kabupaten dan Kota Sorong. Sempat hadir juga dalam Pembukaan (yang berlangsung pada tanggal 22 Oktober lalu), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Sorong (Bapak Petrus Korasino, S.Pd., M.M.Pd.). (Nsl).

By Operator Website Jumat, 25 Oktober 2019 | 07:41 am